Laki-laki dan Perempuan Bodoh
Pikiranku terpental jauh ke masa lalu. Tepatnya, dua tahun yang lalu ketika kamu dengan manisnya membual di depanku. Mengatakan bahwa tidak akan ada yang bisa memisahkan kita. Dan kini, kamu malah membantah semua itu. Bualan hanya tetap jadi bualan. Itu kan maksudmu? aku baru menyadarinya ketika kamu dibutakan dengan harta.
Kamu bilang, semua akan indah pada waktunya. Waktumu telah tiba untuk berada di atas. Akan tetapi, kamu melupakanku. Sayang, cinta ini telah pudar seiring dengan perlakuanmu padaku. Awalnya, aku ingin bertahan. Siapa tahu ini hanya sindrom popularitas yang berlangsung sekejap. Sekadar singgah dalam kehidupanmu.
Kekasih, aku tidak tahan. Aku pamit. Sudahi saja semua ini. Percayalah, aku selalu menunggumu meski kamu tidak akan lagi mencariku.
Puluhan purnama berlalu, mantan. Dan bodohnya, aku masih tetap menunggumu. Sungguh, hatiku tidak bisa dengan mudahnya berpindah ke lain. Dengan lentera hidup yang semakin gelap, tiba-tiba kamu datang membawa cahaya menyilaukan. Menyuguhkan rayuan yang tidak dapat kutolak. Semerbak cinta dan harumnya pesonamu seolah menjadi canduku.
Lagi-lagi aku bodoh. Selalu melihatmu dari sebelah. Biarkan aku pergi, lagi. Kali ini, aku menyerah. Kamu, laki-laki paling aku tunggu. Kamu, laki-laki yang telah merobek bagian dariku yang paling rapuh.
Surat ini kutujukan untukmu, denganmu aku ingin bahagia. Denganmu, luka itu menjadi malah semakin parah. Selamat tinggal. Kamu, laki-laki yang tidak akan pernah bisa aku percaya.
Kamu bilang, semua akan indah pada waktunya. Waktumu telah tiba untuk berada di atas. Akan tetapi, kamu melupakanku. Sayang, cinta ini telah pudar seiring dengan perlakuanmu padaku. Awalnya, aku ingin bertahan. Siapa tahu ini hanya sindrom popularitas yang berlangsung sekejap. Sekadar singgah dalam kehidupanmu.
Kekasih, aku tidak tahan. Aku pamit. Sudahi saja semua ini. Percayalah, aku selalu menunggumu meski kamu tidak akan lagi mencariku.
Puluhan purnama berlalu, mantan. Dan bodohnya, aku masih tetap menunggumu. Sungguh, hatiku tidak bisa dengan mudahnya berpindah ke lain. Dengan lentera hidup yang semakin gelap, tiba-tiba kamu datang membawa cahaya menyilaukan. Menyuguhkan rayuan yang tidak dapat kutolak. Semerbak cinta dan harumnya pesonamu seolah menjadi canduku.
Lagi-lagi aku bodoh. Selalu melihatmu dari sebelah. Biarkan aku pergi, lagi. Kali ini, aku menyerah. Kamu, laki-laki paling aku tunggu. Kamu, laki-laki yang telah merobek bagian dariku yang paling rapuh.
Surat ini kutujukan untukmu, denganmu aku ingin bahagia. Denganmu, luka itu menjadi malah semakin parah. Selamat tinggal. Kamu, laki-laki yang tidak akan pernah bisa aku percaya.
Kata-kata klise (udah dipakai banyak penulis lain) kalau bisa ganti sama kata khasmu sendiri, Yan... Jadi tulisanmu ada karakternya.
BalasHapusPuluhan purnama misalnya...
iya makasih mbak. aku juga sering banget bingung milih kata-katanya. :) sayang mbak Poppy :)
Hapus